Search

Monday, February 7, 2022

3 PAHAM UNTUK MENCAPAI TARGET “ZERO ACCIDENT”

 


1. PAHAM APA YANG AKAN DILAKUKAN/KERJAKAN

2. PAHAM RISIKONYA

3. PAHAM MITIGASINYA/CARA MENANGANINYA

FILOSOPI AIR MINERAL DALAM BOTOL.

Salah satu Contoh sebuah botol air mineral. Kita harus Paham dan memahami dulu tentang apa yang akan kita Lakukan terhadap botol air mineral tersebut. Tentunya, langkah pertama adalah membuka tutup botol supaya kita bisa meminum air mineral yang merupakan isi dari botol tersebut. “Harus dipahami dulu, bagaimana cara membuka tutup botol air mineral ini; apakah kita buka dengan menggunakan tangan langsung atau pakai tools (alat).

Lalu kita juga harus Paham Risikonya, apa yang akan terjadi apabila kita salah dalam membuka tutup botol tersebut. Jika salah, nanti air yang ada di dalam kemasan botol itu akan tumpah. Kalau tumpah, nanti akan membuat lantai tempat kerja menjadi basah dan berpotensi membahayakan, baik diri kita sendiri maupun orang lain,” Kemudian bagaimana Memitigasinya supaya air yang di dalam kemasan tersebut tidak tumpah sehingga berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. “Oh ternyata sebelum tutupnya dibuka, bagian botolnya harus dipegang, sehingga tidak menjadi miring ke kiri atau kanan yang bisa menyebabkan air di dalam kemasan botol tersebut tumpah.


Salam Sehat

Team QHSE
PT. ADYAWINSA TELECOMMUNICATION & ELECTRICAL
JL. PEGANGSAAN DUA KM 2 NO. 64. KELAPA GADING, 14250
Emergency Contact wa.me//6289603009300



Monday, January 31, 2022

Safety Behaviour atau Perilaku Selamat dalam Bekerja

 


Perilaku selamat dalam kerja ialah penerapan skema serta langkah berperilaku kerja personal dalam tempat kerja yang lebih mengutamakan pada upaya antisipasi pada terjadinya kecelakaan dalam tempat kerja. Semua pekerja, baik karyawan ataupun manajer perusahaan, perlu memahami perilaku ini (selamat dalam bekerja). Pasti tidak lain untuk mengawasi agar lingkungan masih aman, serta semua pekerja terasa nyaman dalam bekerja.

 

Pemicu Kecelakaan Kerja : Ada 2 perihal pokok pemicu kecelakaan, yakni perilaku kerja yang beresiko (unsafe human act) serta kondisi yang beresiko (unsafe conditions). Aspek manusia memegang peranan terpenting dalam hal munculnya kecelakaan, kurang lebih 80% – 85% kecelakan dipicu oleh kelalaian atau kekeliruan aspek manusia. (Suma’mur,1993)

 

Akibat Kecelakaan Kerja

Ada banyak hal yang muncul yang disebabkan kecelakaan kerja. Berikut laporan kecelakaan kerja yang diketahui mengakibatkan kecelakaan kerja:

  1. Kerugian harta benda (asset), dari mulai yang kecil sampai besar, contohnya waktu kerja yang terbuang sebab mesin OFF serta membutuhkan perbaikan.
  2. Korban manusia, dimulai dari cidera ringan sampai meninggal dunia, fatality (termasuk juga karena keracunan pestisida pada manusia).
  3. Korban manusia dari penyakit karena kerja (PAK). Sebab manusia terkena PAK, akan tetapi ia memaksakan diri untuk terus bekerja serta menyebabkan menurunnya konsentrasi pada dirinya, hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja.
  4. Timbulnya biaya tidak terduga, contohnya kehilangan efisiensi produksi sebab karyawannya berhenti bekerja, biaya pelatihan karyawan baru, dan lain-lain.

Kenapa Unsafe Behavior Terjadi?

Orang atau tenaga kerja seringkali lakukan unsafe behavior atau unsafe human act sebab:

  1. Merasa sudah ahli di bidangnya serta tidak pernah mengalami kecelakaan meskipun melakukan unsafe behavior. Mereka memiliki pendapat bahwa, jika selama ini bekerja dengan langkah tersebut (unsafe) tidak terjadi apa-apa serta tidak berpengaruh apa-apa sama sekali, kenapa harus dirubah? Pengakuan itu mungkin benar, tapi perihal ini adalah potensi besar terjadinya kecelakaan kerja.
  2. Perilaku unsafe mendapatkan dukungan yang besar dari lingkungan, hingga tetap dikerjakan dalam pekerjaan. Tenaga kerja sebenarnya ingin mengikuti kebutuhan akan keselamatan (safety needs), akan tetapi terdapatnya keperluan lainnya sudah memunculkan konflik alam dirinya. Perihal ini membuat menomorduakan keselamatan kerja pada aspek lainnya.

Aspek yang lain itu diantaranya ialah keinginan menghemat waktu, menghemat usaha, merasa lebih nyaman, mengundang perhatian, mendapatkan kebebasan serta mendapatkan penerimaan dari lingkungan.

 

Contoh Unsafe Behavior:

  1. Mengoperasikan perlengkapan tanpa wewenang.
  2. Gagal untuk memberi teguran serta gagal untuk mengamankan.
  3. Kerja dengan kecepatan yang salah.
  4. Memakai alat yang rusak serta atau memakai alat dengan cara yang salah.
  5. Bersendau-gurau dalam tempat kerja serta atau mabuk sebab minuman mengandung alkohol atau minum obat keras.
  6. Melakukan perbaikan mesin tanpa dimatikan terlebih dulu.
  7. Memindahkan alat-alat keselamatan kerja.
  8. Lakukan tindakan yang mengakibatkan alat-alat keselamatan kerja tidak berfungsi.

Setiap pekerja harus peduli terhadap potensi bahaya ditempat kerja di PT. Adyawinsa Telecommunication & electrical

1. Tempat kerja yang berantakan dan tidak menerapkan 5R (Ringkas, Rapi,Resik, Rawat dan Rajin) akan lebih sering menimbulkan kecelakaan kerja

2. Sengatan listrik akan menyebabkan henti jantung, kebakaran, luka bakar jika tidak ditangani dengan benar

3. PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical mewajibkan setiap karyawan tidak menggunakan handphone sambil berjalan (Berhenti dan menepi sebentar saat melihat HP)

4. PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical mewajibkan kepada karyawan dilapangan untuk memakai alat perlindungan diri (APD) untuk mencegah dan mengurangi dan melindungi diri dari paparan bahaya.

 

Orang atau tenaga kerja seringkali lakukan unsafe behavior atau unsafe human act sebab:

  1. Merasa sudah ahli di bidangnya serta tidak pernah mengalami kecelakaan meskipun melakukan unsafe behavior. Mereka memiliki pendapat bahwa, jika selama ini bekerja dengan langkah tersebut (unsafe) tidak terjadi apa-apa serta tidak berpengaruh apa-apa sama sekali, kenapa harus dirubah? Pengakuan itu mungkin benar, tapi perihal ini adalah potensi besar terjadinya kecelakaan kerja.
  2. Perilaku unsafe mendapatkan dukungan yang besar dari lingkungan, hingga tetap dikerjakan dalam pekerjaan. Tenaga kerja sebenarnya ingin mengikuti kebutuhan akan keselamatan (safety needs), akan tetapi terdapatnya keperluan lainnya sudah memunculkan konflik alam dirinya. Perihal ini membuat menomorduakan keselamatan kerja pada aspek lainnya.

Oleh karenanya, perilaku selamat dalam kerja atau safety behaviour penting untuk kita pahami. Perihal ini hanya untuk mengawasi produktivitas kerja kita, atau jika memang Anda sudah mengetahui, kita ingat kembali bagaimanakah cara kerja kita saat ini, masih produktif atau malah melalaikan beberapa pekerjaan?





Salam Sehat

Team QHSE
PT. ADYAWINSA TELECOMMUNICATION & ELECTRICAL
JL. PEGANGSAAN DUA KM 2 NO. 64. KELAPA GADING, 14250
Emergency Contact wa.me//6289603009300

Town Hall Monthly Briefing Juli 2024