Search

Monday, August 15, 2022

KECELAKAAN AKIBAT KERJA

 



Bahwasanya Kecelakaan kerja tidak terjadi secara kebetulan melainkan ada penyebabnya. Kecelakaan dapat dicegah atau dikurangi dengan menghilangkan atau mengurangi penyebabnya .karena bagaimanapun juga akibat dari adanya kecelakaan kerja akan berdampak negative baik itu buat diri kita maupun perusahaan yang yang harus menanggung kerugian yang disebabkan oleh

a. Berkurangnya jam kerja akibat kecelakaan tersebut

b. Biaya perawatan korban

c. Biaya perbaikan alat

d. Biaya kompensasi apabila korban mengalami cacat hingga

e. Terhentinya proses produksi

Diantara beberapa penyebab terjadinya kecelakaan kerja,ada dua faktor yang paling sering terjadi diantaranya:

1. Banyak disebabkan oleh faktor manusia

2. Dipengaruhi oleh kondisi kerja dan alat

 

Adapun faktor MANUSIA banyak dipengaruhi oleh

a. Latar belakang pendidikan

b. Psikologis

c. Ketrampilan (skill)

d. Fisik

 

Sedangkan faktor kondisi kerja sendiri kebanyakan dipengaruhi oleh kondisi alat

a. Kondisi alat yang telah rusak atau tidak laik pakai

b. Alat yang mengalami kerusakan pada saat pembuatan

c. Kesalahan perencanaan dll

 

I. FAKTOR MANUSIA

  A. LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

       Bahwasannya orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi cenderung berpikir lebih   

       Panjang.dalam memandang suatu pekerjaan akan memandang dari berbagai segi.mi-

       sal dari segi keamanan alat atau segi keamanan diri,lainhalnya dengan orang berpen-

       didikan lebih rendah cenderung akn berpikir lebih pendek.atau basa dikatakan cero-

       boh dalam bertindak  msal akan melakukan pekerjaaan yang berisiko terhadap kece-

       lakaan ,tetapi tidak memakai peralatan safety (APD) yang benar.

   B. PSIKOLOGIS

       Psikologis seseorang dapat berpengaruh dalam melakukan aktifitas pekerjaan.bila 

       Konsentrasi telah terganggu maka akan mempengaruhi tindakan2 yang dilakukan ke-

       Ketika bekerja.contohnya : - Mempunyai masalah dirumah yang terbawa ketempat

                                                      Kerja.

-        Adanya pertengkaran/masalah dengan teman sekerja

-        Suasana kerja yang tidak kondusif dll.

 C. KETRAMPILAN (SKILL)

    Bisa diartikan dengan pengalaman seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan misalnya melakukan start/stop pada sebuah peralatan memakai alat-alat keselamatan dsb.dimana pengalaman sangat dibutuhkan ketika melakukan pekerjaan untuk menghindari kesalahan yang berakibat timbulnya kecelakaan kerja

 D. FISIK

    Lemahnya kondisi fisik seseorang mempengaruhi tingkat konsentrasi dan motivasi dalam bekerja.sedangkan kita tahu bahwa konsentrasi & motivasi sangat dibutuhkan pada waktu bekerja.bila sudah terganggu,kecelakaan kerja sangat mungkin terjadi

Contoh : - Kelelahan (lembur hingga tengah malam kemudian besoknya kerja lagi)

               -Menderita suatu penyakit DLL

 

II. FAKTOR ALAT

    Kondisi suatu peralatan baik itu umur maupun kualitas sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja.Alat-alat yang sudah tua kemungkinan rusak pasti ada apabila alat alat tersebut sudah rusak bukan tidak mungkin mengakibatkan kecelakaan kerja.

 SETELAH KITA MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KECELAKAAN KERJA KITA DAPAT MENCEGAHNYA DENGAN CARA:

A. FAKTOR MANUSIA:

    - Menyelesaikan masalah-masalah yang ada tanpa harus menundanya

    - Jangan mencampur adukkan antara masalah dirumah dan ditempat kerja

    - Sering membaca buku-buku tentang pengetahuan agar wawasan kita bertambah

       Terutama yang berhubungan dengan pekerjaan,keselamatan dan kesehatan kerja.

    - DLL

B. FAKTOR KONDISI KERJA DAN ALAT:

    - Melakukan peremajaan pada alat-alat yang sudah tua

    - Melakukan inspeksi secara berkala agar jika terjadi kerusakan dapat diketahui sedini

       Mungkin

    - Melakukan kualitas control pada alat-alat ditempat kerja.

    - Tidak merubah atau mengganti apapun pada alat tersebut sehingga mengurangi standar keselamatan

 

 AWALI TUGAS DENGAN SEMANGAT AKHIRI TUGAS DENGAN SELAMAT

 

Monday, August 1, 2022

MENCEGAH BAHAYA TERGELINCIR DAN TERSANDUNG


         


Intensitas pekerjaan yang padat kadang membuat kita melupakan kewaspadaan diri. karena yang ada dibenak kita adalah bagaimana pekerjaan tersebut segera terselesaikan, ditambah lagi area /lokasi kerja yang kurang nyaman juga pemicu kecelakaan kerja. Diantara beberapa jenis bahaya/resiko kerja yang kita bahas kali ini adalah bahaya TERGELINCIR dan TERSANDUNG.

              Kadang kita masih menyepelekan hal-hal seperti ini, padahal sudah banyak  penelitian yang menyatakan bahwa tergelincir, tersandung dan jatuh (falls) memegang porsi yang cukup penting dalam jumlah kecelakaan kerja.

Untuk mencegah hal itu terjadi, ada beberapa hal yang harus kita lakukan yaitu :

  1.  Memahami bagaimana kecelakaan dapat terjadi
  2.  Mengidentifikasi AREA yang menyebabkan kecelakaa
  3.  Menghilangkan atau mengurangi bahaya yang ada,

TERGELINCIR

             Tergelincir dapat terjadi karena friksi yang kecil antara kaki/alas kaki dengan permukaan lantai, disebabkan karena :

1. Permukaan yang basah dan berminyak

2. Tumpahan / ceceran sesuatu

3. Permukaan yang tidak rata dalam satu area

4. Alas lantai yang tidak terikat

 

TERSANDUNG

             Tersandung dapat terjadi jika kaki bertabrakan dengan material asing yang dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh. Tersandung dapat disebabkan karena beberapa faktor, antara lain :

 1.Pandangan yang terhalangi,

2. Cahaya kurang bagus atau remang–remang

3. Permukaan yang tidak rata

4. Jalan yang berantakan

5. Karpet yang berkerut

6. Housekeeping yang kurang bagus, dll

    

Baik TERGELINCIR/TERSANDUNG merupakan akibat perubahan kontak yang tak  terduga antara permukaan jalan dengan kaki.

Untuk menghindari bahaya jatuh akibat tergelincir atau tersandung diantaranya :

 

v  Bersihkan semua yang tercecer secepatnya,

v  Pasang tanda / rambu-rambu pada area yang basah / licin,

v  Bersihkan puing–puing dari lantai,

v  Pindahkan segala sesuatu yang dapat menghalangi jalan,

v  Ganti lampu yang redup dengan penerangan yang cukup,

v  Bungkus kabel–kabel supaya tidak menyandung dan pastikan tidak  menghalangi akses jalan (berserakan),

v  Jangan anggap selesai suatu pekerjaan sebelum merapikannya kembali seperti semula,

v  Lakukan housekeeping secara rutin.

 

             Tindakan lain yang dapat dilakukan adalah perbaikan  pada permukaan jalan / lantai yaitu dengan meratakan permukaan yang menonjol dan melakukan  pelapisan jika di perlukan.

 

Cara mengurangi TERGELINCIR pada lantai yang basah yaitu:

 

v  Perhatikan sejenak area yang akan kita lalui,

v Atur langkah sesuai area yang akan kita lalui,

v  Melangkah dengan tumpuan luar kaki,

v  Jangan berbelok tiba–tiba di tikungan.

 

Cara mengurangi  resiko TERSANDUNG:

 

v Pasang tanda /rambu diarea yang rawan,

v  Selalu memasang penerangan yang cukup di lingkungan / area kerja,

v  Memakai lampu penerang saat memasuki ruangan gelap,

v  Pastikan barang bawaan kita tidak menghalangi pandangan.

 

Perlu ditekankan bahwa SAFETY merupakan urusan bagi setiap orang / pekerja dan juga berkewajiban untuk menjaga lingkungan kerja yang aman bagi diri kita dan pekerja yang lain.

 

 

INGAT...! JANGAN BELAJAR CARA UNTUK SELAMAT

DARI MENGALAMI KECELAKAAN PADA DIRI ANDA

 

SELAMAT BEKERJA

Monday, July 25, 2022

GERMAS - Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 Bulletin HSE PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Jakarta 25 July 2022 


Defenisi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah suatu Tindakan sistematis dan terencana yang di lakukan secara Bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.


7 Langkah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Setidaknya terdapat 7 langkah penting dalam rangka menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Ketujuh langkah tersebut merupakan bagian penting dari pembiasaan pola hidup sehat dalam masyarakat guna mencegah berbagai masalah kesehatan yang beresiko dialami oleh masyarakat Indonesia. Berikut ini 7 langkah GERMAS yang dapat menjadi panduan menjalani pola hidup yang lebih sehat.

  1. Melakukan Aktivitas Fisik

Perilaku kehidupan modern seringkali membuat banyak orang minim melakukan aktivitas fisik; baik itu aktivitas fisik karena bekerja maupun berolah raga. Kemudahan – kemudahan dalam kehidupan sehari – hari karena bantuan teknologi dan minimnya waktu karena banyaknya kesibukan telah menjadikan banyak orang menjalani gaya hidup yang kurang sehat. Bagian germas aktivitas fisik merupakan salah satu gerakan yang diutamakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan seseorang.

  1. Makan Buah dan Sayur

Keinginan untuk makan makanan praktis dan enak seringkali menjadikan berkurangnya waktu untuk makan buah dan sayur yang sebenarnya jauh lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa jenis makanan dan minuman seperti junk food dan minuman bersoda sebaiknya dikurangi atau dihentikan konsumsinya. Menambah jumlah konsumsi makanan dari buah dan sayur merupakan contoh GERMAS yang dapat dilakukan oleh siapapun.

Masalah selanjutnya adalah bagaimana cara mengatasi agar anak mau makan buah dan sayur, untuk hal ini anda dapat mengaplikasikan jurus tips anak mau makan buah dan sayur sebagai berikut yaitu salah satunya dengan mengkreasikan makanan dari buah dan sayur dengan mengubahnya menjadi tampilan yang menarik, contohnya dari karakter kartun yang disukai anak menggunakan buah tomat dan sayur ketimun sehingga tadinya anak susah makan buah dan sayur menjadi mau makan sayur dan buah

Adapun salah satu kampanye GERMAS adalah kampanye makan buah dan sayur yang memberikan informasi betapa besarnya manfaat  dan kenapa harus makan buah dan sayur setiap hari. Karena anda harus memahami pentingnya kenapa harus makan buah dan sayur setiap hari, berikut adalah dampak akibat kurang makan buah dan sayur untuk kesehatan tubuh, contohnya seperti permasalahan BAB, peningkatan risiko penyakit tidak menular, tekan darah tinggi dan lainnya.

Dengan memahami pentingnya perilaku makan buah dan sayur, diharapkan masyarakat dapat dengan lebih aktif untuk meningkatkan kampanye makan buah dan sayur untuk tingkatkan kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia
 

  1. Tidak Merokok

Merokok merupakan kebiasaan yang banyak memberi dampak buruk bagi kesehatan. Berhenti merokok menjadi bagian penting dari gerakan hidup sehat dan akan berdampak tidak pada diri perokok; tetapi juga bagi orang – orang di sekitarnya. Meminta bantuan ahli melalui hipnosis atau metode bantuan berhenti merokok yang lain dapat menjadi alternatif untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

  1. Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol memiliki efek buruk yang serupa dengan merokok; baik itu efek buruk bagi kesehatan hingga efek sosial pada orang – orang di sekitarnya.

  1. Melakukan Cek Kesehatan Berkala

Salah satu bagian dari arti germas sebagai gerakan masyarakat hidup sehat adalah dengan lebih baik dalam mengelola kesehatan. Diantaranya adalah dengan melakukan cek kesehatan secara rutin dan tidak hanya datang ke rumah sakit atau puskesmas ketika sakit saja. Langkah ini memiliki manfaat untuk dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini. 

Ada beragam informasi media cek kesehatan yang memberikan tips cek kesehatan secara berkala, apa saja sebenarnya jenis cek kesehatan berkala yang dapat anda lakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan anda? Berikut adalah beberapa contoh pengecekan yang bisa dilakukan.

    • Cek Kesehatan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) Secara Rutin
      Melakukan Pengecekan Berat Badan berguna agar anda bisa mendapatkan nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang nantinya dapat menentukan apakah berat badan dan tinggi badan Anda sudah berada dalam kondisi ideal atau berisiko terkena penyakit tidak menular (PTM)
    • Cek Lingkar Perut Secara Berkala dengan melakukan Cek Lingkar Perut secara berkala anda bisa mengontrol lemak perut, jika berlebihan dapat menyebabkan penyakit seperti stroke, diabetes hingga serangan jantung
    • Cek Tekanan Darah Pengecekan Tekanan Darah dapat membantu anda mendeteksi adanya risiko stroke, hipertensi hingga jantung
    • Cek Kadar Gula Darah Berkala Anda dapat mengetahui kadar glukosa dalam darah dengan jenis pengecekan kesehatan berkala ini, hasilnya anda dapat mengetahui potensi diabetes
    • Cek Fungsi Mata Telinga
    • Cek Kolesterol Tetap Pengecekan Kolesterol terbagi tiga yaitu LDL (Kolesterol "Buruk"), HDL (Kolesterol "Baik") dan Trigliserida
    • Cek Arus Puncak Ekspirasi Pengecekan ini adalah salah satu cek kesehatan dalam pengujian fungsi paru, pengecekan ini biasa dilakukan pada penderita asma atau penyakit lainnya untuk menilai kemampuan paru-paru

    • Cek dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Pengecekan ini biasanya dilakukan dengan pemeriksaan berkala seperti Test PAP SMEAR dan Test IVA

    • Cek Sadari Periksa Payudara Sendiri Lalu berikutnya dalam ragam cek kesehatan berkala yaitu dengan pemeriksaan payudara sendiri.

  1. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Bagian penting dari germas hidup sehat juga berkaitan dengan meningkatkan kualitas lingkungan; salah satunya dengan lebih serius menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga kebersihan lingkungan dalam skala kecil seperti tingkat rumah tangga dapat dilakukan dengan pengelolaan sampah. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan guna mengurangi resiko kesehatan seperti mencegah perkembangan vektor penyakit yang ada di lingkungan sekitar.

  1. Menggunakan Jamban

Aspek sanitasi menjadi bagian penting dari gerakan masyarakat hidup sehat; salah satunya dengan menggunakan jamban sebagai sarana pembuangan kotoran. Aktivitas buang kotoran di luar jamban dapat meningkatkan resiko penularan berbagai jenis penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan.


Secara umum, tujuan GERMAS adalah menjalani hidup yang lebih sehat. Gaya hidup sehat akan memberi banyak manfaat, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan hingga peningkatan produktivitas seseorang. Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan dari gaya hidup sehat adalah lingkungan yang bersih dan sehat serta berkurangnya resiko membuang lebih banyak uang untuk biaya berobat ketika sakit.


artikel ini juga sudah di muat di :GERMAS




Monday, July 11, 2022

BAHAYA LISTRIK DI RUANG KERJA

 

Bulletin HSE Edisi, Senin, 11 Juli 2022



Kematian akibat aliran istrik ada diperingkat ke-4 kecelakaan berakibat fatal setelah lalulintas, kekerasan, dan konstruksi. Dan terdapat 600 korban meninggal setiap tahun disebabkan oleh listrik (National Safety Council). Di Indonesia listrik  juga menjadi 2 besar penyebab kebakaran bersama gas / kompor

Berikut adalah hal-hal yang sering kali menjadi awal timbulnya kecelakaan kelistrikan :

 1. Bertindak tidak aman terhadap peralatan kelistrikan dengan :

  •  Tidak memutuskan aliran listrik saat memperbaiki peralatan atau selesai bekerja.
  •  Memakai alat listrik yang sudah rusak.
  •  Memakai alat bersifat konduktor berdekatan dengan sumber listrik.
  •  Memakai peralatan kelistrikan tidak sesuai aturan dan tanpa pemeliharaan rutin.
  •  Membebani instalasi secara berlebihan.

2. Peralatan yang tidak aman seperti :

- Koneksi / sambungan yang sudah longgar.
- Isolasi kabel yang tidak sempurna.
- Tidak ada grounding / pembumian.
- Bagian peralatan sudah rusak dan tidak dilindungi.
- Peralatan tidak sesuai jenis / kegunaannya.

3. Lingkungan yang tidak aman seperti

- Menutup boxpanel / lampu dengan barang,
- Menyimpan bahan mudah terbakar dalam ruang panel listrik,
- Tidak ada rambu bahaya kelistrikan, -
- Berdekatan dengan genangan air dsb.


HAL YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENGHINDARI BAHAYA LISTRIK

1. Kenalilah setiap bahaya listrik yang ada kerja Anda.
2. Jika menemukan masalah terhadap peralatan kelistrikan laporkdi lingkungan an hal ini kepada pimpinan Anda untuk segera mendapat perbaikan.
3. Jangan gunakan peralatan rusak atau hasil modifikasi sendiri. Gunakan alat listrik sesuai spesifikasi pabrik.
4. Periksa kabel yang akan dipakai harus bebas dari kerusakan dan sambungan berlebihan / buruk
5. Biasakan saat menyambungkan listrik peralatan Anda ke stop kontak, peralatan selalu dalam keadaan mati
6. Pastikan kepala kabel benar-benar tepasang dalam stop kontak dan tidak goyang.
7. Saat memutuskan listrik peralatan dari stop kontak, jangan menarik dibagian kabelnya, tetapi dengan memegang bagian kepala kabel.
8. Jangan letakkan kabel diatas permukaan yang basah, panas atau tajam.
9. Periksa selalu stop kontak apakah ada pecahan, penutupnya sudah terlepas, atau sambungan kabel sudah longgar.
10. Jika memakai kabel ekstension/ tambahan, jangan menumpuk dan membebani dengan berbagai perangkat listrik. Ini dapat menambah beban kabel yang nantinya akan menjadi cepat panas bahkan meleleh dan timbul percikan listrik dan kebakaran.

Note: untuk dapat meningkatkan qualitas QHSE Bulletin dimasa yang akan datang silahkan tuliskan di kolom Komentar

Team QHSE
PT. ADYAWINSA TELECOMMUNICATION & ELECTRICAL
JL. PEGANGSAAN DUA KM 2 NO. 64. KELAPA GADING, 14250
Emergency Contact wa.me//6289603009300

Tuesday, May 10, 2022

TIPS KESELAMATAN DARI POTENSI BAHAYA LISTRIK

 

Listrik merupakan energi yang dibangkitkan oleh sumber energi dan dapat mengalir dari satu titik ke titik lain melalui konduktor dalam rangkaian tertutup. Di zaman ini sulit membayangkan hidup tanpa listrik yang telah menjadi kebutuhan semua kalangan masyarakat. Meski begitu, listrik jelas memiliki potensi bahaya.

 

Potensi bahaya listrik adalah:

        Bahaya kejut listrik

        Panas yang ditimbulkan oleh energi listrik

        Medan listrik

Dampak cedera akibat bahaya arus kejut pada manusia (pekerja) tergantung:

       Besar arus yang mengalir ke tubuh manusia

       Bagian tubuh yang terkena

       Lama/durasi pekerja terkena arus kejut

Pekerja dapat mengalami bahaya listrik pada kondisi-kondisi sebagai berikut:

        Pekerja berhubungan/menyentuh kedua konduktor pada rangkaian listrik yang bertegangan.

        pekerja berada pada bagian antara konduktor yang ditanahkan (grounding) dan konduktor yang tidak ditanahkan.

        Pekerja berada pada bagian konduktor yang ditanahkan dengan material yang tidak ditanahkan.

Besar arus yang mengalir tergantung besar beda potensial dan resistansi. Efek arus kejut pada manusia dapat mengakibatkan kematian. Arus kejut listrik yang mengenai tubuh akan menimbulkan:

  1.  Berhentinya fungsi jantung dan terhambatnya pernapasan.
  2.  Panas yang ditimbulkan oleh arus dapat menyebabkan kulit atau tubuh terbakar, khususnya pada titik di mana arus masuk ke tubuh.
  3.  Beberapa kasus dapat menimbulkan pendarahan atau kesulitan bernapas dan gangguan saraf.
  4.  Gerakan spontan akibat terkena arus listrik, dapat mengakibatkan cedera lain seperti akibat jatuh atau terkena/tersandung benda lain.

 

PENGENDALIAN YANG HARUS DILAKUKAN DARI BAHAYA LISTRIK ANTARA LAIN

Menutup semua instalasi yang terbuka, seperti pada gambar berikut


       Mengisolasi bagian aktif/ konduktor
        Memperbaiki penutup instalasi yang rusak, seperti pada gambar disamping kiri


Memperbaiki atau mengganti peralatan yang rusak, contoh gambar seperti pada gambar berikut ini


       Menghindari lingkungan kerja yang tidak aman
        Mengecek/memeriksa kondisi kawat atau core kabel
        Memeriksa dan melakukan pengukuran grounding
        Menggunakan peralatan atau sistem grounding yang benar
        Menghindari penggunaan yang melebihi kapasitasnya, contoh pada gambar disamping kiri




Monday, April 11, 2022

SAFETY iNDUCTION

 


KEWAJIBAN PEKERJA/TAMU

  1. Setiap pekerja/tamu yang akan memasuki area proyek, wajib menyerahkan KTP/identitas diri yang masih berlaku. Bila tidak ada bisa menggunakan identitas diri yang lain.
  2. Sebelum melakukan aktivitas, wajib mengikuti SAFETY INDUCTION yang diberikan oleh Pengawas K3/ SHE INSPECTOR, DANRU SATPAM, atau petugas yang telah ditunjuk.
  3. Wajib mengikuti SAFETY TALK pada hari yang telah ditetapkan ditempat yang telah ditentukan. kemudian mengisi lembar absensi lewat masing-masing mandor, subkon, staff proyek.
  4. Selama melakukan aktivitas didalam proyek, pekerja wajib :

·       Menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sesuai dengan tugas dan area kerja (HELM dan SEPATU).

·       Menggunakan sabuk pengaman (SAFETY BELT) setiap bekerja diketinggian lebih 2 meter ke atas.

·       Mempergunakan kacamata pengaman (SAFETY GOGGLES) di setiap pengerjaan pengelasan/penggerindaan.

·       Untuk pekerjaan pengelasan, wajib menyertakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), serta proteksi karung goni basah apabila bekerja di ketinggian.

·       Menggunakan EAR PLUG/EAR MUFF apabila bekerja di kebisingan.

  1. Wajib membuat Ijin Kerja (PERMITS) apabila :

·       Bekerja di ketinggian dengan membuat Ijin Kerja di ketinggian,

·       Bekerja yang berhubungan dengan panas, membuat Ijin Kerja Panas

·       Bekerja diruang terbatas (confinend space) dengan membuat Ijin Kerja  di ruang terbatas.

·       Bekerja didalam galian dengan membuat Surat Ijin dalam Galian.

  1. Untuk Operator Alat, wajib menunjukkan SIO (Surat Ijin Operator) yang masih berlaku sesuai dengan bidangnya masing-masing (Operator Crane,Operator Passenger hoist,Operator material Hoist,dll).
  2. Setiap alat-alat kerja berat, wajib menyertakan sertifikasi alat oleh lembaga yang berkompeten (DEPNAKERTRANS) berikut buku spesifikasi alat tersebut yang menyatakan bahwa alat tersebut dalam keaadan layak pakai.
  3. Setiap pekerja wajib bertanggung jawab penuh atas kebersihan ditempat dia bekerja dari sejak awal beraktifitas hingga berakhir

 

LARANGAN-LARANGAN     :

  1. Tidak diperkenankan merokok selama berada di Area Proyek selain ditempat yang telah ditentukan (Smooking Area),
  2. Tidak diperkenankan kencing disembarang tempat kecuali di tempat yang telah tersedia (TOILET dan TEMPORARY TOILET),
  3. Tidak diperkenankan berbuat kriminal, berkelahi, berjudi, minum2an keras,dll sehingga dapat mengganggu efektifitas kerja,
  4. Tidak diperkenankan berada/mendekati area-area berbahaya tanpa seijin petugas keselamatan (Pengawas K3) yang meliputi :
    • Daerah listrik bertegangan tinggi,
    • Ruangan genset yang sedang beroperasi,
    • MCB/panel-panel listrik,
    • Berada ditepi ketinggian tanpa APD dengan alasan yang tak jelas (tidak berkepentingan),
    • Berada ditepi galian yang berpotensi terperosok kedalam,
    • Melintas atau merusak dengan sengaja,Safety Line (Barikade) disuatu area yang tepasang barikade, dimana yang menunjukkan bahwa area tersebut tidak boleh dilewati (Berbahaya),

5. Tidak diperkenankan memodifikasi alat-alat pelindung diri APD serta alat-alat kerja lainnya sehingga mengurangi standar keselamatan alat-alat tersebut yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

6. DILARANG KERAS membuka, memindahkan, merubah dengan alasan apapun (Tiang Railing, Void Protector, Safety Line, Safety Net, Rambu-rambu Peringatan, serta fasilitas proyek yang lain) tanpa seijin Pengawas K3. Pelanggaran atas tindakan ini akan dikenai sanksi tegas termasuk dikeluarkan dari areal proyek.

7.  Alat-alat kerja harus sesuai dengan standar keselamatan :

·       Gerinda harus tercover dengan baik

·       Selang las harus diinspeksi secara berkala sehingga bila terjadi kebocoran biasa diantisipasi sejak dini.

·       Dll.

 

FASILITAS PROYEK :

  1. Smooking Area berada disamping musholla pria
  2. Tempat berkumpul bila terjadi kebakaran berada di parkiran mobil
  3. Ruang P3K berada disebelah kantin
  4. APAR (Alat Pemadam Api Ringan) berada di beberapa ruangan (liat denah APAR)
  5. Toilet pekerja berada disebelah kantin
  6. Toilet staff berada disebelah pantry, didepan ruang ICT lantai 2, disebelah ruang meeting lantai 3
  7. Musholla berada disamping klinik dan disebelah tangga lantai 2
  8. Kantin proyek berada disebelah klinik
  9. Temporary Toilet berada disebelah kantin
  10. Area makan dan minum berada di kantin

 

SELAMAT BEKERJA…AWALI SEGALA SESUATUNYA DENGAN DOA…!!!

Monday, March 28, 2022

BEKERJA PADA KETINGGIAN

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI, Nomor 9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan pada Ketinggian, bekerja pada ketinggian adalah kegiatan atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja pada tempat di permukaan tanah atau perairan yang terdapat perbedaan ketinggian dan memiliki potensi jatuh yang menyebabkan tenaga kerja atau orang lain yang berada di tempat kerja cedera atau meninggal dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda.






Tuesday, March 1, 2022

Alasan Kenapa Harus Memakai Sepatu Safety

 




Berikut ini ada beberapa alasan mengapa para pekerja harus memakai Safety Shoes :

·       Sering terjadi kecelakaan pada kaki (tersandung)

·       Pekerja bergerak dan sering membawa material yang berpotensi jatuh menimpa kaki

·       Safety Shoes sangat nyaman di pakai pengguna/pekerja

·       Persyaratan yang di atur oleh undang-undang dan regulasi keselamatan kerja

·       Safety shoes dapat melindungi kaki dari panas, permukaan licin, dan tertimpa benda

·       Menambah rasa percaya diri pekerja saat berada di lokasi kerja

·       Type safety shoes sudah di sesuaiken dengan lokasi kerja


jika ada alasan lain menurut kalian silahkan tulis di kolom comment dibawah ini

 

Salam Sehat

Team QHSE

PT. ADYAWINSA TELECOMMUNICATION & ELECTRICAL

JL. PEGANGSAAN DUA KM 2 NO. 64. KELAPA GADING, 14250

Emergency Contact wa.me//6289603009300



Town Hall Monthly Briefing Juli 2024